Cari Blog Ini

JURNAL

JURNALHARIAN

cerita

Setiap Orang Punya Cerita

Catat

Catat apa yang kau pikirkan

Berbagi

Bagikan Pada Dunia.

Menulislah

Ikatlah ilmu dengan menulisnya

Minggu, 27 Januari 2013

Konsep Kerja dalam Islam

        Kemuliaan seorang manusia itu bergantung kepada apa yang dilakukannya. Dengan itu, sesuatu amalan atau pekerjaan yang mendekatkan seseorang kepada Allah adalah sangat penting serta patut untukdiberi perhatian. Amalan atau pekerjaan yang demikian selain memperoleh keberkahan serta kesenangan dunia,juga ada yang lebih penting yaitu merupakan jalan atau tiket dalam menentukan tahap kehidupan seseorang diakhirat kelak; apakah masuk golongan ahli syurga atau sebaliknya.

       Istilah ‘kerja’ dalam Islam bukanlah semata-mata merujuk kepada mencari rezeki untuk menghidupi diridan keluarga dengan menghabiskan waktu siang maupun malam, dari pagi hingga sore, terus menerus tak kenal; elah, tetapi kerja mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan dan keberkahan bagi diri, keluarga dan masyarakat sekelilingnya serta negara. Dengan kata lain, orang yang berkerja adalah mereka yang menyumbangkan jiwa dan tenaganya untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan negara tanpa menyusahkan orang lain. Oleh karena itu, kategori ahli Syurga seperti yang digambarkan dalam Al-Qur’an bukanlah orang yang mempunyai pekerjaan/jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi sebagai manajer, direktur, teknisi dalam suatu bengkel dan sebagainya.Tetapi sebaliknya Al-Quran menggariskan golongan yang baik lagi beruntung (al-falah) itu adalah orang yang banyak taqwa kepada Allah, khusyu sholatnya, baik tutur katanya, memelihara pandangan dan kemaluannyaserta menunaikan tanggung jawab sosialnya seperti mengeluarkan zakat dan lainnya (QS Al Mu’minun : 1 – 11)

     Golongan ini mungkin terdiri dari pegawai, supir, tukang sapu ataupun seorang yang tidak mempunyaipekerjaan tetap. Sifat-sifat di ataslah sebenarnya yang menjamin kebaikan dan kedudukan seseorang di dunia dan di akhirat kelak. Jika membaca hadits-hadits Rasulullah SAW tentang ciri-ciri manusia yang baik di  sisi Allah, maka tidak heran bahwa diantara mereka itu ada golongan yang memberi minum anjing kelaparan, merekayang memelihara mata, telinga dan lidah dari perkara yang tidak berguna, tanpa melakukan amalan sunnah yangbanyak dan seumpamanya. Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Umar r.a., berbunyi : ’Bahwa setiap amal itu bergantung padaniat, dan setiap individu itu dihitung berdasarkan apa yang diniatkannya …’ Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda : ‘ Binasalah orang-orang Islam kecuali mereka yang berilmu. Maka binasalah golongan berilmu, kecuali mereka yang beramal dengan ilmu mereka. Dan binasalah golongan yang beramal dengan ilmu mereka kecuali mereka yang ikhlas. Sesungguhnya golongan yang ikhlas ini juga masih dalam keadaan bahaya yang amat besar …’ Kedua hadist diatas sudah cukup menjelaskan betapa niat yang disertai dengan keikhlasanitulah inti sebenarnya dalam kehidupan dan pekerjaan manusia.

Lima Jurus Mendidik Anak



               Anak adalah titipan dari Allah SWT dan kalau kedua orang tuanya mendidik anaknya secara benar sehingga si anak menjadi anak soleh akan menjadi investasi amal baik yang dapat dinilkmati di akhirat kelak. Namun banyak orang tua yang menyia-nyiakan amanah dari Allah itu dengan tidak mendidik anak  dengan benar, sehingga perilaku dan budi pekerti anak tidak sesuai dengan  harapan kedua orang tuamya.
            Dalam buku Children  Learn what  they live with, seorang pakar pendidikan anak menulis “ Jika anak  banyak   dicela, ia akan terbiasa menyalahkan, Jika anak dimusuhi ia akan banyak  menantang,  Jika anak banyak dikasihani ia akan terbiasa meratapi nasibnya, Jika anak dilelilingi olok-olok dia akan terbiasa menjadi pemalu, Jika anak dikitari rasa iri dia akan terbiasa merasa bersalah. Jika anak serba di mengerti dia akan terbiasa percaya diri, jika anak dipuji ia akan terbiasa menghargai, jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa  melihat kebenaran, Jika anak dikerumuni keramahan ia akan terbiasa  berpendirian.
            Ungkapan diatas menggambarkan sikap dan perilaku anak dipengaruhi oleh  bagaimana kedua orang tuanya memperlakukan anak. Sebagaimana pohon yang baik akan dikenal lewat  buahnya yang baik, demikian pula anak yang baik melambangkan orang tua yang baik oleh karena itu mempersiapkan kehidupan anak sebaik-baiknya meruapakan tugas mulia dari orang tua dan guru.
Kerja sama yang sinergis antara orang tua di lingkungan keluarga dan guru di lingkungan  sekolah  sangat diperlukan dalam mendidik anak.  Mereka secara langsung maupun tak langsung harus  mengadakan pembinaan yang erat di dalam dunia pendidikan. 
(BERSAMBUNG)

Rumput dan Bambu



 Suatu hari aku menanam Rumput dan Bambu
Aku merawat benih-benih mereka secara seksama
Aku beri mereka makan,
aku juga beri mereka Penerangan yang cukup

Rumput-rumput itu tumbuh dengan cepat
Warnanya hijau menawan
Tapi tidak ada yang terjadi pada bambu
Namun aku tetap merawatnya

Dalam tahun kedua
Rumput-rumput itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi
Tapi tidak terjadi apa-apa bagi bambu
Tapi aku tidak menyerah padanya

Demikian pula pada tahun ketiga, tahun keempat
Tidak terjadi apa-apa pada bambu
Sekali Lagi aku tidak meyerah padanya

Baru pada tahun kelima sebuah tunas muncul
Itupun sangat kecil jika dibandingkan dengan rumput
Namun enam bulan kemudian bambu memiliki tinggi lebih dari 5 meter
Jauh lebih tinggi daripada rumput

Bambu memerlukan waktu lebih dari satu tahun
Untuk tumbuh menguatkan akar-akarnya
Akar-akar itu membuat bambu kuat
Akar-akar itu pula yang memberikan apa yang bambu butuhkan

Saat itu aku sadar
Allah telah menunjukan Ayat-ayatNYA Untukku
Saya berbeda dengan orang lain
Setiap orang memiliki waktu berbeda untuk tumbuh
Waktu berbeda untuk Lahir ke bumi
Waktu berbeda untuk mendapat rizki
Waktu berbeda untuk meninggal

Ketika aku menghadapi masalah
Aku sedang menumbuhkan akar-akarku, Supaya aku tumbuh kuat
Dan jika ada angin yang menerpa tubuhku, Aku tidak Jatuh



Bambu dan rumput berbeda jika dibandingkan
Namun keduanya mampu menghiasi kebun  menjadi jauh lebih indah
Saatnya Aku tumbuh akan tiba, tumbuh lebih tinggi
Tumbuh setinggi yang aku dapat capai

Kebijaksanaan Dari Alam

mengerti makna kerendahan hati
Amatilah bulir padi yang merunduk manakala kian berisi

Untuk memahami arti sabar yang hakiki
Belajarlah pada air yang tak pernah menyerah menetes pada batu yang akhirnya terlubangi

Untuk merasakan arti perjuangan yang sesungguhnya
Lihatlah kerasnya usaha kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya

Untuk menumbuhkan makna optimisme dalam jiwa
Lihatlah pelangi yang pasti datang sesaat setelah hujan reda

Untuk menghargai arti kekuasaan
Belajarlah dari gunung yang meski menjulang namun pada hakikatnya terdiri dari kerikil yang jumlahnya miliaran

Untuk menjadi seorang pelopor kebajikan
Belajarlah pada lumut yang menjadi fondasi kehidupan pada bebatuan agar tumbuhan lain dapat hidup kemudian

Dan untuk memahami makna hakiki kehidupan
Belajarlah pada lalat capung yang meski hidup hanya 24 jam tapi telah ikut ambil bagian dalam menyelaraskan alam


From Majalah Percikan Iman