Cari Blog Ini

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 Januari 2013

Ibrah Budaya “Satori” Orang Jepang

Orang-orang Jepang dikenal kreatif, inovatif, inventif dan produktif. Banyak bukti dapat dikemukakan mengenai kreativitas mereka. Jauh sejak pulih dari kehancuran akibat perang dunia II jepang bangkit kembali. Dalam kurun waktu sekitar dua dasawarsa, jepang muncul seabagai raksasa ekonomi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman barat (Sebelum reunifikasi).

Feature tentang orang jepang menggambarkan, ada-ada saja akal mereka untuk mengisi kehidupannya secara bermakna, mulai kertas sampai robot yang dapat memainkan alat musik mengikuti program computer. Ditangan mereka banyak hal-hal yang kelihatannya  sepele menjadi serba mencengangkan.

Apabila melihat sejarah dimulai restorasi Meiji konfigurasi perkembangan masyarakat jepang cenderung linear dan hanya peranglah yang menyebabkan  konfigurasi itu  mengalami diskotunuitas. Pengalaman pahit perang dunia II merangsang Jepang untuk melihat peluang lain di luar ekspansi militer. Jepang berpaling ke ekspansi ekonomi dan perdagangan dengan meningkatkan industrinya.

Ada keyakinan di kalangan bangsa jepang bahwa bekerja merupakan pengabdian yang suci. Uang dan keuntungan materi bagi mereka sangat penting, tetapi tidaklah penting dari menunaikan usaha tugas suci, yaitu bekerja. Karena itu dalam persepsi orang luar, orang jepang dinilai gila kerja (work alcoholic). Akan tetapi dalam presepsi  budaya jepang memang begitu seharusnya. Orang Jepang memiliki daya tahan dan kegigihan dalam bekerja keras. Mereka cenderung tidak lekas puas atas hasil kerjanya(delay gratification). Mereka sanggup bekerja lama dan keras untuk menjadi obsesinya tanpa cepat-cepat ingin menjadi pimpinan mendapatkan gaji besar dan bersenang-senang. Sikap tidak lekas puas atas hasil kerjanya dilatih dalam lingkungan rumah, sekolah dan dunia usaha.

Orang Jepang memiliki keyakinan bahwa melalui kerja keras, mereka yakin dapat mencapai apa yang disebut “satori” yaitu tingkat berpikir tertinggi pada  orang Jepang. Satori terjadi apabila berpikir logis, imajinatif dan intuinitif terjadi secara serempak. Satori tidak datang begitu saja melainkan melalui kerja keras. Orang harus mencintai apa yang dikerjakannya, melakukan terus menerus melalui disiplin diri, keteguhan dan ketekunan, kerja keras, usaha, kompetensi dan kehlian yang relevan. Keyakinan ini sesuai dengan ucapan Thomas Alva Edison, bahwa  prestasi lahir 99% kerja keras dan 1% karena ilham..

Jalan menuju Satori melalui pembinaan kegigihan dan kerja keras dilakukan orang-orang Jepang.  Perusahaan-perusahaan di jepang melakukan latihan ketahanan bagi para pegawai barunya. Mereka diajak berjalan 25 mil yang dibagi dalam tiga tahap. Pada sembilan mil pertama mereka berjalan bersama-sama. Pada sembilan mil berikutnya mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan mereka berjalan sesuai dengan kelompoknya. Akhirnya, pada tujuh mil berikutnya mereka diharuskan berjalan sendirian Tanpa melirik kanan kiri dan tanpa bicara.

Kolektivitas dan tanggung  awab pribadi merupakan ciri kerja khas budaya dalam perusahaan-perusahaan Jepang. Bagi mereka hal itu sangat penting karena ketika memasuki lingkungan kerja, misalnya masuk suatu perusahaan mereka akan menjalaninya seumur hidup. Berbeda dengan di Amerika Serikat berpindah-pindah keja praktis tidak populer di Jepang. Perusahaan tempatnya bekerja ibarat miliknya sendiri.

Dengan demikian, prestasi-prestasi kreatif, inovatif dan produktif manusia jepang bukan hanya karena secara genetic mereka unggul melainkan semata-mata hasil kerja keras, kegigihan, percaya diri dan sikap pantang menyerah. Sikap-sikap ini tidak datang karena mukzijat, melainkan dilatih, dibiasakan dan di budayakan dalam lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan dan kehidupan masyarakat.























Terapi Air Putih

 
Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

Inspiring Word

Katakan padaku dan aku akan Lupakan, Tunjukkan pada saya dan saya mungkin ingat, Libatkan saya dan saya akan mengerti

Hakim bodoh orang dengan hadiah yang mereka berikan.


Janganlah takut tumbuh perlahan-lahan, takut hanya berdiri diam.


Jangan membuka toko kecuali Anda ingin tersenyum.


Dia yang meminta adalah orang bodoh selama lima menit, tapi dia yang tidak meminta tetap bodoh selamanya.


Jika kamu bersabar dalam satu saat marah, Anda akan lolos seratus hari kesedihan.


Guru membuka pintu. Anda masukkan sendiri.


Untuk mengetahui jalan di depan, meminta mereka datang kembali.


Lebih mudah untuk mengapung rumor daripada tenggelam satu.


Tidak ada rumor menganggur. Mereka semua sibuk.


"Jika itu cinta," katanya, "maka kita akan harus berpikir tentang konsekuensi."


Seorang anak tidak harus diajarkan bagaimana menjadi bahagia atau cara cinta. Ini adalah ketakutan, kebencian, dan prasangka yang harus diajarkan. Dan dari kondisi dunia kita dapat melihat bahwa sayangnya ada beberapa guru yang sangat baik.


Seekor anjing berpikir: Hei, orang-orang ini saya hidup dengan pakan saya, mencintai saya, memberikan saya dengan rumah hangat yang bagus, kering, hewan peliharaan saya, dan mengambil baik-baik saya. 


 Mereka harus menjadi dewa! Seekor kucing berpikir: Hei, orang-orang ini saya hidup dengan pakan saya, mencintai saya, memberikan saya dengan rumah hangat yang bagus, kering, hewan peliharaan saya, dan mengambil baik-baik saya. Saya harus Tuhan!

Sebuah rumah terbuat dari dinding dan balok, rumah dibangun dengan cinta dan impian.


Seorang pria memiliki pilihan untuk memulai cinta, tapi tidak untuk mengakhirinya.


Sebuah adanya singkat mempercepat cinta, lama absen membunuh itu.


Seorang teman adalah seseorang yang tidak akan mulai berbicara di belakang Anda ketika Anda meninggalkan ruangan.


Seorang pria marah membuka mulutnya dan menutup matanya.


Untuk setiap menit Anda marah Anda kehilangan enam puluh detik kebahagiaan

.Berpegang pada kemarahan seperti menggenggam batubara panas dengan maksud membuangnya pada orang lain, Anda adalah orang terbakar.

Kesabaran memperkuat semangat,  marah, menghambat amarah, harga diri menundukkan, dan dikekang lidah.


Jatuh tujuh kali, bangun delapan

.Jika Anda percaya semua yang Anda baca, lebih baik tidak dibaca.

Ketika karakter seseorang tidak jelas bagi Anda, lihatlah teman-temannya.

Hari Ini.

Hari ini
Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan
kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena
tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang
terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan
tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan
terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku
tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk
apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada


(Anonim)

Dibalik Kesulitan ada Kemudahan

Hidup ini  tidak seperti kalkulasi matematik dimana satu tambah satu harus sama dengan dua, hidup itu adalah seni dimana apa yang diharapkan, apa yang direncanakan tidak sesuai dengan realitas yang di hadapi. Begitu juga dengan saya, harapan untuk Wisuda tahun sekarang kandas  di pantai kekecewaan.

Memang betul hidup itu harus mempunyai target, perencanaan  dan deadline supaya target tersebut dapat terwujud,  Saya sudah merencanakan bahwa tahun sekarang akan Lulus dan terus menerima tawaran untuk mengajar di sekolah  swasta yang berada di kota kelahiran saya. 

Tapi Allah berkehendak lain, waktu ujian akhir Semester saya sakit sampai harus di operasi dan harus isrirahat total selama satu bulan, kuliah saya“Jeblog“, Nilai kuliah yang saya kontrak  untuk semester itu dapat Nilai E semua, karena tidak bisa mengikuti Uas dan dan ikut ujian Susulan. Setiap mata kuliah tidak ada tiap semester, jadi kalau megontrak  mata kuliah pada semester ganjil kalau mau mengulang harus semester ganji pula, begitu juga sebaliknya.

Saya mengalami depresi, saya kecewa, saya marah pada nasib, kenapa  saya harus mengalami seperti ini? Saya mengurung diri di kamar, menghabiskan waktu dengan main Game di komputer, ga mau ketemu orang, ga bisa tidur nyenyak, malah telintas di pikiran saya pengen bunuh diri saja. Tapi Allah menolong saya untuk tidak melakukan perbuatan terkutuk itu.  Suara hati saya mengatakan apakah  kamu tidak takut pada Azab Allah kalau saya melakukan perbuatan terkutuk itu? Itu tidak menyelesaikan persoalan  bahkan akan menambah persoalan baru?Apakah kamu  mau kekal selamanya tinggal di neraka?Bahkan Allah berfirman janganlah kamu berputus asa pada Rahmatnya? Karena Allah sangat benci pada orang berputus asa dari Rahmatnya? Rugi dunia akherat kalau melakukan perbuatan tercela ini? Saya tersentak kaget menyadari kekeliruan yang saya lakukan selama ini, saya bersyukur untuk masih ada iman di dada sehingga tidak terjurumus ke jurang dosa.

Saya mulai membaca buku-buku Motivasi, mendengarkan ceremah, berkunjung ke situs internet yang memberikan spirit hidup, membaca ALQuran sekaligus Tafsirnya. Secata berlahan namun pasti rasa percaya diri dan semangat saya tumbuh lagi dan memandang segala macam persoalan yang menimpa saya dengan senyuman, saya yakin itu adalah cara Allah mengajarkan kepada saya  tentang arti kesungguhan dan kesabaran. Kalau Allah bisa mengabulkan doa Iblis untuk hidup kekal sampai hari kiamat, Allah saya manusia bukan iblis, lantas kenapa saya harus pesimis doa saya tidak dikabulkan,  bukankah Allah telah berjanji berdoalah Niscaya AKU  kabulkan, Jika kenyataan tidak sesuai  dengan harapan, Allah tahu apa yang terbaik untuk saya, Apa yang dianggap baik menurut saya belum tentu itu baik menurut Allah dan itu yang ucapkan ketika saya menghalami kekecewaan terulang lagi.

PENGINTEGRASIAN BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

            Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sistem pembelajaran panggung pentas (delivery system) menjadi sistem pembelajaran yang biasa digunakan Guru dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Fisika. Pada sistem pembelajaran ini Guru berdiri di depan siswa untuk menyampaikan pengetahuan, sementara siswa menerimanya tanpa harus mengetahui prosesnya. Siswa dipaksa menerima ilmu, bukan memahami budaya ilmu, sehingga kehilangan orientasi hidupnya karena mereka tidak dituntun membaca fenomena sekelilingnya

Konsep Kerja dalam Islam

        Kemuliaan seorang manusia itu bergantung kepada apa yang dilakukannya. Dengan itu, sesuatu amalan atau pekerjaan yang mendekatkan seseorang kepada Allah adalah sangat penting serta patut untukdiberi perhatian. Amalan atau pekerjaan yang demikian selain memperoleh keberkahan serta kesenangan dunia,juga ada yang lebih penting yaitu merupakan jalan atau tiket dalam menentukan tahap kehidupan seseorang diakhirat kelak; apakah masuk golongan ahli syurga atau sebaliknya.

       Istilah ‘kerja’ dalam Islam bukanlah semata-mata merujuk kepada mencari rezeki untuk menghidupi diridan keluarga dengan menghabiskan waktu siang maupun malam, dari pagi hingga sore, terus menerus tak kenal; elah, tetapi kerja mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan dan keberkahan bagi diri, keluarga dan masyarakat sekelilingnya serta negara. Dengan kata lain, orang yang berkerja adalah mereka yang menyumbangkan jiwa dan tenaganya untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan negara tanpa menyusahkan orang lain. Oleh karena itu, kategori ahli Syurga seperti yang digambarkan dalam Al-Qur’an bukanlah orang yang mempunyai pekerjaan/jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi sebagai manajer, direktur, teknisi dalam suatu bengkel dan sebagainya.Tetapi sebaliknya Al-Quran menggariskan golongan yang baik lagi beruntung (al-falah) itu adalah orang yang banyak taqwa kepada Allah, khusyu sholatnya, baik tutur katanya, memelihara pandangan dan kemaluannyaserta menunaikan tanggung jawab sosialnya seperti mengeluarkan zakat dan lainnya (QS Al Mu’minun : 1 – 11)

     Golongan ini mungkin terdiri dari pegawai, supir, tukang sapu ataupun seorang yang tidak mempunyaipekerjaan tetap. Sifat-sifat di ataslah sebenarnya yang menjamin kebaikan dan kedudukan seseorang di dunia dan di akhirat kelak. Jika membaca hadits-hadits Rasulullah SAW tentang ciri-ciri manusia yang baik di  sisi Allah, maka tidak heran bahwa diantara mereka itu ada golongan yang memberi minum anjing kelaparan, merekayang memelihara mata, telinga dan lidah dari perkara yang tidak berguna, tanpa melakukan amalan sunnah yangbanyak dan seumpamanya. Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Umar r.a., berbunyi : ’Bahwa setiap amal itu bergantung padaniat, dan setiap individu itu dihitung berdasarkan apa yang diniatkannya …’ Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda : ‘ Binasalah orang-orang Islam kecuali mereka yang berilmu. Maka binasalah golongan berilmu, kecuali mereka yang beramal dengan ilmu mereka. Dan binasalah golongan yang beramal dengan ilmu mereka kecuali mereka yang ikhlas. Sesungguhnya golongan yang ikhlas ini juga masih dalam keadaan bahaya yang amat besar …’ Kedua hadist diatas sudah cukup menjelaskan betapa niat yang disertai dengan keikhlasanitulah inti sebenarnya dalam kehidupan dan pekerjaan manusia.

Lima Jurus Mendidik Anak



               Anak adalah titipan dari Allah SWT dan kalau kedua orang tuanya mendidik anaknya secara benar sehingga si anak menjadi anak soleh akan menjadi investasi amal baik yang dapat dinilkmati di akhirat kelak. Namun banyak orang tua yang menyia-nyiakan amanah dari Allah itu dengan tidak mendidik anak  dengan benar, sehingga perilaku dan budi pekerti anak tidak sesuai dengan  harapan kedua orang tuamya.
            Dalam buku Children  Learn what  they live with, seorang pakar pendidikan anak menulis “ Jika anak  banyak   dicela, ia akan terbiasa menyalahkan, Jika anak dimusuhi ia akan banyak  menantang,  Jika anak banyak dikasihani ia akan terbiasa meratapi nasibnya, Jika anak dilelilingi olok-olok dia akan terbiasa menjadi pemalu, Jika anak dikitari rasa iri dia akan terbiasa merasa bersalah. Jika anak serba di mengerti dia akan terbiasa percaya diri, jika anak dipuji ia akan terbiasa menghargai, jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa  melihat kebenaran, Jika anak dikerumuni keramahan ia akan terbiasa  berpendirian.
            Ungkapan diatas menggambarkan sikap dan perilaku anak dipengaruhi oleh  bagaimana kedua orang tuanya memperlakukan anak. Sebagaimana pohon yang baik akan dikenal lewat  buahnya yang baik, demikian pula anak yang baik melambangkan orang tua yang baik oleh karena itu mempersiapkan kehidupan anak sebaik-baiknya meruapakan tugas mulia dari orang tua dan guru.
Kerja sama yang sinergis antara orang tua di lingkungan keluarga dan guru di lingkungan  sekolah  sangat diperlukan dalam mendidik anak.  Mereka secara langsung maupun tak langsung harus  mengadakan pembinaan yang erat di dalam dunia pendidikan. 
(BERSAMBUNG)

Rumput dan Bambu



 Suatu hari aku menanam Rumput dan Bambu
Aku merawat benih-benih mereka secara seksama
Aku beri mereka makan,
aku juga beri mereka Penerangan yang cukup

Rumput-rumput itu tumbuh dengan cepat
Warnanya hijau menawan
Tapi tidak ada yang terjadi pada bambu
Namun aku tetap merawatnya

Dalam tahun kedua
Rumput-rumput itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi
Tapi tidak terjadi apa-apa bagi bambu
Tapi aku tidak menyerah padanya

Demikian pula pada tahun ketiga, tahun keempat
Tidak terjadi apa-apa pada bambu
Sekali Lagi aku tidak meyerah padanya

Baru pada tahun kelima sebuah tunas muncul
Itupun sangat kecil jika dibandingkan dengan rumput
Namun enam bulan kemudian bambu memiliki tinggi lebih dari 5 meter
Jauh lebih tinggi daripada rumput

Bambu memerlukan waktu lebih dari satu tahun
Untuk tumbuh menguatkan akar-akarnya
Akar-akar itu membuat bambu kuat
Akar-akar itu pula yang memberikan apa yang bambu butuhkan

Saat itu aku sadar
Allah telah menunjukan Ayat-ayatNYA Untukku
Saya berbeda dengan orang lain
Setiap orang memiliki waktu berbeda untuk tumbuh
Waktu berbeda untuk Lahir ke bumi
Waktu berbeda untuk mendapat rizki
Waktu berbeda untuk meninggal

Ketika aku menghadapi masalah
Aku sedang menumbuhkan akar-akarku, Supaya aku tumbuh kuat
Dan jika ada angin yang menerpa tubuhku, Aku tidak Jatuh



Bambu dan rumput berbeda jika dibandingkan
Namun keduanya mampu menghiasi kebun  menjadi jauh lebih indah
Saatnya Aku tumbuh akan tiba, tumbuh lebih tinggi
Tumbuh setinggi yang aku dapat capai

Kebijaksanaan Dari Alam

mengerti makna kerendahan hati
Amatilah bulir padi yang merunduk manakala kian berisi

Untuk memahami arti sabar yang hakiki
Belajarlah pada air yang tak pernah menyerah menetes pada batu yang akhirnya terlubangi

Untuk merasakan arti perjuangan yang sesungguhnya
Lihatlah kerasnya usaha kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya

Untuk menumbuhkan makna optimisme dalam jiwa
Lihatlah pelangi yang pasti datang sesaat setelah hujan reda

Untuk menghargai arti kekuasaan
Belajarlah dari gunung yang meski menjulang namun pada hakikatnya terdiri dari kerikil yang jumlahnya miliaran

Untuk menjadi seorang pelopor kebajikan
Belajarlah pada lumut yang menjadi fondasi kehidupan pada bebatuan agar tumbuhan lain dapat hidup kemudian

Dan untuk memahami makna hakiki kehidupan
Belajarlah pada lalat capung yang meski hidup hanya 24 jam tapi telah ikut ambil bagian dalam menyelaraskan alam


From Majalah Percikan Iman